Arsip Kategori: Berita Seputar Islam

SUSAH MENGHAFAL AL QUR’AN ,MENJADI MUDAH SETELAH MEMBACA KISAH INI

BILA SUSAH MENGHAFAL, BACALAH SEMOGA DIMUDAHKAN MENGHAFAL AL-QURAN SETELAH MEMBACA INI

Ada seorang santri dari Indonesia menuntut ilmu di Rubath Tarim pada zaman Habib Abdullah bin Umar Asy-Syathiri. Setelah di sana 4 tahun, santri itu minta pulang. Dia pamit minta izin pulang kepada Habib Abdullah.
“Habib, saya mau pulang saja.”
“Lho, kenapa?” tanya beliau.
“Bebal otak saya ini. Untuk menghafalkan setengah mati, tidak pantas saya menuntut ilmu, saya minta izin mau pulang.”
Habib Abdullah berkata “Jangan dulu, sabar.”
“Sudah Bib, saya sudah empat tahun bersabar, sudah tidak kuat, lebih baik saya menikah saja.”
Lalu beliau berkata “Sebentar, saya mau mengetes dulu bagaimana kemampuanmu menuntut ilmu.” santri itu menjawab “Sudah bib, saya menghafalkan setengah mati, tidak hafal- hafal.”

Habib Abdullah kemudian masuk ke kamar, mengambil surat-surat untuk santri itu. Pada masa itu surat-surat dari Indonesia ketika sampai di Tarim tidak langsung diberikan. Surat tersebut tidak akan diberikan kecuali setelah santri itu menuntut ilmu selama 15 tahun.
Kemudian Habib Abdullah menyerahkan seluruh surat itu kepadanya, kecuali satu surat.
Setelah diterima, dibacalah surat-surat itu sampai selesai. Satu surat yang tersisa kemudian diserahkan.
“Ini surat siapa?” tanya Habib.
“Owh, itu surat ibu saya.”
“Bacalah!”
Santri itu menerima surat dengan perasaan senang, kemudian dibacanya sampai selesai.
Saat membaca, kadang dia tersenyum sendiri, sesekali diam merenung, dan sesekali dia sedih.
“Sudah kamu baca?” tanya beliau lagi.
“Sudah ya habib.” “Berapa kali?” tanya beliau.
“Satu kali ya habib.” “Tutup surat itu! Apa kata ibumu?”
“Ibu saya berkata saya disuruh mencari ilmu yang bener, bapak sudah membeli mobil baru. Adik saya sudah diterima bekerja di sini, dan lain-lain.”
Isi surat yang panjang itu dia berhasil menceritakannya dengan lancar dan lengkap. Tidak ada yang terlewatkan.
“Baca satu kali kok hafal? Katanya bebal gak hafal-hafal, sekarang sekali baca kok langsung hafal dan bisa menyampaikan.” kata Habib dengan pandangan serius.
Santri itu bingung tidak bisa menjawab. Dia menganggap selama ini dirinya adalah seorang yang bodoh dan tidak punya harapan. Sudah berusaha sekuat tenaga mempelajari ilmu agama, dia merasa gagal. Tetapi membaca surat ibunya satu kali saja, dia langsung paham dan hafal.

Habib Abdullah akhirnya menjelaskan kenapa semua ini bisa terjadi. Beliau mengatakan:

ﻷﻧﻚ ﻗﺮﺃﺕ ﺭﺳﺎﻟﺔ ﺃﻣﻚ ﺑﺎﻟﻔﺮﺡ ﻓﻠﻮ ﻗﺮﺃﺕ ﺭﺳﺎﻟﺔ ﻧﺒﻴﻚ ﺑﺎﻟﻔﺮﺡ
ﻟﺤﻔﻈﺖ ﺑﺎﻟﺴﺮﻋﺔ

“Sebab ketika engkau membaca surat dari ibumu itu dengan perasaan gembira. Ini ibumu, coba jika engkau membaca syariat Nabi Muhammad Shallallahu `alaihi Wa Sallam dengan bahagia dan bangga, ini adalah Nabiku, niscaya engkau sekali baca pasti langsung hafal. ”

Banyak saudara-saudara kita (atau malah kita sendiri) yang tanpa sadar mengalami yang dirasakan santri dalam kisah di atas. Jawabannya adalah rasa cinta. Kita tidak menyertakan perasaan itu saat membaca dan mempelajari sesuatu, sehingga kita merasa diri kita bodoh dan tidak punya harapan sukses.

Banyak orang merasa bodoh dalam pelajaran, tetapi puluhan lagu-lagu cinta hafal di luar kepala. Padahal tidak mengatur waktu khusus untuk menghapalkannya.

ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺍﻓﺘﺢ ﻋﻠﻴﻨﺎ ﻓﺘﻮﺡ ﭐﻟﻌﺎﺭﻓﻴﻦ ﻭﺍﺭﺯﻗﻨﺎ ﻓﻬﻢ ﺍﻟﻨﺒﻴـﻴﻦ ﻭﺇﻟﻬﺎﻡ ﭐﻟﻤﻼﺋﻜﺔ
ﺍﻟﻤﻘﺮﺑﻴﻦ ﺑﺮﺣﻤﺘﻚ ﻳﺂ ﺃﺭﺣﻢ ﺍﻟﺮﺍﺣﻤﻴﻦ

Tulisan diatas dicopas dari status wall Fb ustad Aris Fathony

Iklan

Sudah Baca Ayat 212 dalam Al Quran?

balita-al-quran

Tak perlu bertanya surah apa, karena satu-satunya surah yang memiliki ayat 212 hanyalah surah Al Baqarah. Tidak ada lagi surah lainnya dalam Al Quran yang memiliki ayat lebih dari 210 selain Al Baqarah.

Bacalah, dalam ayat tersebut kita akan menemukan peringatan Allah yang luar biasa:

“Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. Dan Allah memberi rezeki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas.” (QS. Al Baqarah: 212)

Sungguh dahsyat, kita diingatkan oleh Allah bahwa orang kafir akan melihat dunia ini sebagai sesuatu yang indah dan berharga, meskipun sebenarnya bagi Allah dunia ini bahkan tak lebih berharga dari sehelai sayap nyamuk.

“Seandainya dunia ini di sisi Allah senilai harganya dengan sayap nyamuk niscaya Allah tidak akan memberi minum barang seteguk sekalipun kepada orang kafir.” (HR. Tirmidzi, dan dia berkata: ‘hadits hasan sahih’)

Kita juga diingatkan mengenai hinaan terhadap keimanan oleh orang-orang kafir. Serta rezeki yang tak terbatas dari Allah untuk orang-orang yang dikehendakiNya. Maasya Allah.

Jika dihubungkan dengan aksi super damai 212 yang terjadi di Jakarta dan diikuti oleh jutaan Umat Muslim, maka kita bisa menemukan banyak kecocokan dengan ayat tersebut. Betapa rezeki Allah amat tak terbatas, betapa hinaan terhadap keimanan itu nyata adanya.

Namun, ada yang menarik jika kita melihat ayat lainnya yang berhubungan dengan angka 212, yakni surah 2 ayat 12, atau surah 21 ayat 2, keduanya mengisahkan tentang orang-orang munafik.

“Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar.” (QS. 2:12)

Siapa yang Allah maksud ‘mereka’ dalam ayat tersebut? Mari kita telisik di ayat sebelumnya:

“Di antara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian,” pada hal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman. Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar. Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta. Dan bila dikatakan kepada mereka: “Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi”. Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan”.” (QS. 2: 8-11)

Sungguh penggambaran yang amat gamblang untuk kaum munafik yang sering berlindung di belakang kata ‘sikap netral’.

Atau, mari kita lihat surah 21 ayat 2:

“Tidak datang kepada mereka suatu ayat Al Quran pun yang baru (diturunkan) dari Tuhan mereka, melainkan mereka mendengarnya, sedang mereka bermain-main.” (QS. 21:2)

Tentang siapakah ayat ini mengisahkan? Mari lihat ayat sebelumnya:

“Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (daripadanya).” (QS. 21:1)

Yakni tentang orang-orang yang lalai dan tak menyadari seberapa dekatnya kita dengan hari kiamat.

Petunjuk Allah bertebaran di setiap ayat, peristiwa, momen, maka apakah kita tak mampu menangkap petunjuk tersebut? Semoga Allah beri hidayah ke dalam hati kita.

Menyingkap Rahasia Keajaiban Bumi dalam Al Qur’an

al-quran

oleh Dr. Eng. Yunus Daud, Dipl. Geotherm. Tech., M.Sc

Sebelum menyingkap rahasia dan keajaiban ciptaan Allah di dalam Al Qur’an, kita perlu mengawalinya dengan berpikir tentang ayat-ayat Allah. Dan dalam berpikir tentang ayat-ayat Allah, percayalah bahwa Al Qur’an is always one step ahead of science. Penjelasan Al Qur’an selalu selangkah atau bahkan lebih maju dibandingkan penemuan-penemuan sains modern. Hal ini tidaklah aneh, sebab sains adalah usaha manusia untuk memahami ciptaanNya beserta hukum-hukum yang meliputinya dan Al Qur’an adalah kitab yang diturunkan sebagai petunjuk tentang berbagai hal, baik yang sudah diketahui maupun yang belum dipahami manusia sebelumnya. Jika kita memakai sains sebagai acuan untuk ‘membaca’ Al-Qur’an, suatu saat kita akan mendapati sains yang tergopoh-gopoh dalam ‘mengikuti’ Al Qur’an.

Allah dalam Al Qur’an Surat Al Mulk ayat 3 dan 4 memberi ‘tantangan’ kepada manusia untuk mengobservasi apakah ada yang tidak seimbang (disorder) pada ciptaanNya. Pun hingga pengobservasi lelah, niscaya tak akan ditemukan ketidakseimbangan. Lebih jauh dari itu, antara Al Qur’an (ayat qouliyah) dan objek ciptaanNya yang lain (ayat kauniyah) pun tidak akan ditemukan ketidakselarasan. Mari kita coba gunakan peta pikir berikut: Allah Yang Maha Pencipta dan Maha Mengetahui memberi ‘jalan formal’ berupa wahyu kepada rasul-rasulNya berupa ayat-ayat qouliyah, ayat-ayat yang terfirman. Ayat-ayat qouliyah tersebut merupakan pedoman hidup bagi manusia dan kebenarannya bersifat mutlak sepanjang masa. Beriringan atau setelahnya, Allah juga memberi ‘jalan non-formal’ berupa ilham kepada manusia, baik muslim ataupun bukan, berupa ilmu untuk membaca ayat-ayat kauniyah, ayat-ayat yang terhampar. Saat ini kita sudah mengenal berbagai ilmu untuk membaca ayat-ayat kauniyah seperti biologi, fisika, kimia, dll. yang biasa kita kategorikan sebagai sains. Karena berupa akumulasi temuan-temuan manusia dari berbagai masa, sains sendiri bersifat eksperimental dan kebenarannya bersifat relatif bergantung pada kemajuan berpikir dan peradaban manusia itu sendiri.

Kedua ‘jalan’ dalam peta berpikir di atas bukan merupakan prioritas kesatu dan kedua, sebab keduanya diperlukan untuk berpikir dan mengambil pelajaran dari ayat-ayat Allah. Yang menarik adalah ayat qouliyah ini sering mengisyaratkan ayat kauniyah. Coba renungkan kedua ayat berikut dan coba cari hubungannya dengan ilmu-ilmu yang sudah kita pelajari:
”Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Qur’an itu adalah benar. Tiadakah kamu cukup bahwa Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?” (Al Qur’an Surat Fushshilat (41) ayat 53)
”Sekiranya kami turunkan al Qur’an ini kepada sebuah gunung pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu kami buat untuk manusia supaya mereka berpikir” (Al Qur’an surat Al Hasyr (59) ayat 21)

Dalam ayatNya yang lain, yakni Surat Al Anbiya (21) ayat 30, Allah menyampaikan bahwa bumi dan langit dahulunya padu dan kemudian dipisahkan antara keduanya. Hal ini mirip dengan teori Big Bang, di mana alam semesta dimodelkan berawal dari satu poin dan terus mengembang. Namun Big Bang sendiri sejauh ini masih berupa teori – karenanya masih perlu pembuktian-pembuktian untuk memperkuat kedudukannya. Tapi ini terlihat seperti sejalan dengan yang ada dalam Al Qur’an. Setelah “bang” terjadi pengembangan hingga pada suatu masa tertentu terjadi peningkatan kecepatan perkembangan. Ekspansi/perkembangan terjadi karena adanya supernova dari bintang yang berada pada jarak yang paling jauh di alam semesta. Pertanyaannya: apakah alam semesta akan berkembang terus menerus? Al Qur’an memberi beberapa hint bagi kita, “(Yaitu) pada hari Kami gulung langit sebagai menggulung lembaran-lembaran kertas. Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama. Begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti kami tepati. Sesungguhnya Kami-lah yang akan melaksanannya” (Al Qur’an Surat Al Anbiya’ (21) ayat 104)

Pada ayat yang lain disebutkan ”Sesungguhnya Allah Menahan langit dan bumi supaya jangan lenyap. Dan sungguh, ketika keduanya akan lenyap tidak dapat seorangpun yang dapat menahannya kecuali Allah. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun” (Al Qur’an surat al Faathir ayat 41). Bumi ditahan agar tidak lenyap, bagaimana cara menahannya? Apakah bumi ini digantung? Dimana gantungannya? Tak ada. Yang kita tahu adalah terdapat sebuah gaya yang disebut gaya gravitasi dan itu menjadi penahan planet-planet dan galaksi-galaksi. Gaya gravitasi ini kita pelajari sebagai Hukum gravitasi universal.  Dari bumi yang mempengaruhi sekaligus dipengaruhi oleh gravitasi bulan, matahari, planet-planet di tata surya, oleh galaksi bima sakti sendiri dan bahkan gravitasi galaksi selain bima sakti –Allah-lah yang menciptakan itu semua. Bagaimana apabila jarak antara bumi-matahari makin didekatkan sehingga gravitasinya juga berubah? Yang paling mudah ditebak adalah hilangnya air yang dibutukan penghuni bumi. Bagaimana bila bumi digeser menjauh dari matahari? Maka gas-gas yang ringan akan berkumpul semua di bumi. Dengan kata lain bumi diletakkan dan ditahan oleh Allah dalam posisi yang sangat pas untuk keberlangsungan kehidupan. Inilah kuasa Allah Subhanahu wata’ala.

Kita juga telah mengenal geothermal, anugerah Allah yang ditanam dalam bumi berupa panas yang dapat dimanfaatkan. Energi yang terletak pada claycap dapat dimanfaatkan dalam bentuk uap panas dengan tekanan yang sangat besar. Pemanfaatan itu dapat berbentuk listrik untuk disebarkan kepada penduduk, atau sebagai green house, atau bisa juga untuk pengeringan hasil perkebunan-pertanian, penghangatan air agar ikan bisa gemuk, dan lain-lain. Keunggulan energi geothermal adalah sifatnya terbarukan (renewable), ramah lingkungan, tidak tergantung pada pergantian musim, dan masih banyak lagi. Sekarang coba cari isyarat mengenai geotermal dalam Al Qur’an atau sunnah.

Sebagai penutup, mari sekali lagi kita renungkan ayatNya yang lain:
“Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu,”Berlapang-lapanglah dalam majelis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberikan kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan,”Berdirilah kamu”, maka berdirilah niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (Al Qur’an Surat Al Mujadilah ayat 11)

Lima Hak Al-Quran Terhadap Kita

 

kufi-bismillah
Hak Al-Quran terhadap diri kita ada 5, antara lain:
dzikir-681x498
1. Haqqu-t Tilawah,
Membaca Al-Quran dengan sebenar-benar bacaan adalah haq Al-Quran. Ia dibaca bukan seperti membaca koran, majalah dan yang lainnya. Al-Quran punya hak untuk ditadabburi, benar pengucapan makhrohnya, tahu tempat wuquf ketika membacanya. Dan Al-Quran merupakan petunjuk manusia taqwa. Nah, diantara yang memungkinkan dapat menjadi pegangan semua itu antara lain:

– Mempelajari bahasa arab karna Al-Quran adalah bahasa Arab
– Mempelajari ilmu Tajwidnya karna Al-Quran bukan bacaan biasa
– Selalu membacanya, karna Al-Quran adalah petunjuk maka petunjuk tidak akan diketahui kecuali dengan membacanya.

2. Haqqu-t Tadabbur
Haq Al-Quran yang kedua adalah tadabbur yaitu; memahami serta memikirkan setiap ayat dan kalimat yang menjadi keinginannya dan bagaimana pula yang harus kita lakukan setelah kita tahu maksud dan tujuannya. Nah, untuk itu kita perlu kepada kitab-kitab tafsir. Karna kitab Tafsir menjelaskan tentang kandungan dari pemahaman ayat-ayat Al-Qur-an tersebut.

3. Haqqu-l ‘Amal
Setelah kita memahami maksud dari bacaan Al-Quran yang kita baca, maka ada haqnya setelah itu yaitu meng-amal-kannya. Rasulullah yang kita kenal dengan suri tauladan yang paling baik dalam beramal, berakhlak karna beliau manusia mulia yang meng-‘amal-kan isi dari Al-Qur-an tersebut. Sampai ada sahabat yang bertanya kepada ummul mukminin ‘Aisyah radiallahu ‘anha, bagaimanakah akhlak rasulullah ya ‘aisyah? “akhlak beliau adalah al-Quran” jawab sayyidah ‘Aisyah.

4. Haqqu-l Hifzi
Haqqul hifzi ialah bahwa al-quran itu punya haq untuk dihafal oleh setiap muslim. Akan tetapi tidaklah hal-nya itu berbentuk ilzami (kemestian) akan tetapi menghafalnya sesuai kesanggupan.

5. Haqqu-t Tabligh
Haq Al-Quran yang kelima ini bahwa Al-Quran itu punya haq untuk kita sampaikan dan ajarkan kepada orang lain ketika kita sudah mengetahui pelajaran yang terdapat didalamnya. Sebagaimana sabda rasulullahi shallallahu alaihi wasallam, yang sangat masyhur kita dengar, yang berbunyi:

خيركم من تعلم القرءان وعلمه

“Sebaik-baik orang diantara kalian adalah orang yang mempelajari Al-Quran lalu mengajarkannya”.

والله أعلى وأعلم بالصواب

RZ BERANGKATKAN RELAWAN KE MYANMAR

RZ memberangkatkan tim relawan ke Myanmar untuk mendistribusikan bantuan bagi warga Muslim Rohingya di Rakhine dan Maungdaw (23/11). Dalam misi kemanusiaan kali ini, Relawan RZ akan menyalurkan bantuan berupa makanan, pakaian dan hijab.

“Bentuk bantuan dikirimkan sesuai dengan pemantauan prioritas kebutuhan di lokasi konflik. Bantuan kesehatan yang merupakan kebutuhan urgen lainnya, belum bisa dipenuhi sekarang. Hal ini dikarenakan masih ketatnya restriksi bantuan dari pemerintah setempat. RZ berkomitmen untuk memberikan bantuan lanjutan sesuai dengan situasi dan perkembangan di Myanmar nanti,” jelas Heny Widiastuti, Chief Program Officer RZ.

RZ bersama lembaga-lembaga kemanusiaan yang tergabung dalam SEAHUM (Southeast Asia Humanitarian Committee) menggelar konferensi pers bertajuk “STOP THE GENOCIDE OF ROHINGYA” pada Rabu (23/11) sebagai respon atas operasi militer Myanmar terhadap warga Muslim Rohingya. Dalam konferensi pers ini, SEAHUM menyampaikan langkah-langkah yang akan dilakukan terkait kondisi Muslim Rohingya, diantaranya adalah Aksi Penyampaian Pendapat Massal di depan Kedutaan Myanmar pada 25 November 2016 serta melakukan misi Humanitarian Flotilla for Rohingya dengan mengirimkan bantuan kemanusiaan di titik-titik konflik Myanmar.
“Keberangkatan Relawan RZ ke Myanmar ini merupakan implementasi dari misi Humanitarian Flotilla for Rohingya. Selain memberangkatkan Relawan, kami juga akan ikut serta dalam aksi penyampaian pendapat massal di depan kedutaan Myanmar di Jakarta besok Jumat (25/11),” ungkap Heny.

Let’s give #Love4Rohingya

Rekening donasi:
Mandiri 132000 481 974 5

BNI Syariah 155 555 5589

#Rohingya #RumahZakat #SharingHappiness #Zakat #Sedekah #Sharing #Happiness #Berbagi #Donasi #DonasiOnline

Tahukah kita? 

Bahwa ikan yg ribuan tahun lalu menelan Nabi Yunus Alaihissallam itu ternyata masih hidup sampai sekarang, bahkan sampai hari kiamat. hal ini sdh dijelaskan dalam al-Qur’an: andai Yunus itu tidak beristighfar, tentu ia akan tinggal dalam perut ikan tersebut sampai hari kebangkitan..

*taukah anda*….?

bahwa janin semasa dalam kandungan perut ibunya, dia dilihatkan perjalanan hidupnya mulai dari lahir sampai mati, karena itu, terkadang ketika kita berkunjung ke beberapa tempat yang baru, tetapi seolah tempat tersebut sudah tidak asing bagi kita.

*taukah anda*…..?

di saat bersin, seluruh anggota tubuh kita berhenti berfungsi, seolah mati, ini terjadi dalam hitungan detik, setelah itu berfungsi normal kembali, inilah kenapa dalam islam di sunnahkan membaca alhamdulillah setelah bersin, sebagai ungkapan syukur atas berfungsinya kembali seluruh anggota badan kita.

*taukah anda*…..?

menguap itu bukan tanda bahwa kita mengantuk, tapi itu adalah pertanda bahwa tubuh kita butuh tambahan oksigen

*taukah anda*……?

bahwa memakan kurma dalam jumlah genap itu akan menghasilkan gula darah, karena itu Rasulullah shalallahu alaihi wassalam menganjurkan kita untuk memakannya dalam jumlah ganjil, agar berubah menjadi karbohidrat.

*taukah anda*……?

bahwa tepat setelah dikumandangkannya azan itu adalah waktu yang mustajab untuk berdoa.

*taukah anda*……?

di mana dosa-dosa kita diletakkan ketika kita shalat?

Nabi Muhammad shalallahu alaihi wassalam bersabda: “sesungguhnya seorang hamba ketika menunaikan shalat, dia membawa serta semua dosa-dosanya, kemudian dosa-dosa itu d taruh di atas kepala dan kedua pundaknya, maka ketika tiap kali ia ruku’ atau sujud berjatuhanlah dosa-dosa tersebut”.

wahai orang-orang yang biasa tergesa-gesa dalam shalatnya, tenanglah… dan tahanlah lebih lama ruku’ dan sujudmu, agar lebih banyak lagi berguguran dosa-dosamu.

*taukah anda*…….? 

diceritakan ada seorang wanita solehah yg meninggal, maka tiap kali penduduk desa ziarah kubur, mereka mencium harumnya mawar dari dalam kubur, kemudian suaminya menjelaskan, bahwa istrinya itu semasa hidup selalu membaca surah al-mulk, setiap mau tidur.. 

sesungguhnya surat al-mulk itu menyelamatkan dari siksa kubur.

*taukah anda*…….?

ketika kita membaca ayat kursi tiap usai shalat, maka tidak ada penghalang antara kita dan surga kecuali maut.

*taukah anda*…….?

bahwa para malaikat mendoakan kita ketika usai shalat, karena itu jangan terburu untuk beranjak dari posisi duduk shalat kita.

semoga bermanfaat

Berkreasi dengan Sketsa Kufi, Software pembuat sketsa Kufi Murabba’ (Square Kufic)

Sketsa Kufi v.2.0

assalamualaikumKali ini kami sajikan sebuah software mini untuk membuat sketsa Kufi dengan style Muroba’ (Kotak) atau Square Kufic. Seperti tulisan lafadz Laailaahaillallahu sebagaimana gambar berikut :

Lailaahaillallaah Square Kufic

Software Sketsa Kufi yang dibuat Mas Husada bareng Mas Ebta Setiawan (Ebsoft) hingga versi 2.0 ini memang belum memiliki fasilitas ekspor image dalam bentuk vektor/image bitmap. Namun cukup berguna untuk latihan merancang desain khat kufi dengan gaya murabba’. Pengguna dipersilahkan menentukan sendiri lebar dan jumlah baris/kolom kotak yang diperlukan, setelah itu tekan Create New Worksheet untuk membuat sebuah lembar kerja.

Skesa Kufi v 2.0.Create New Worksheet

Sketsa Kufi grid

Selanjutnya tinggal klik pada kotak-kotak yang ada untuk mengisinya dengan warna hitam, klik lagi pada warna hitam untuk menghapus dan kembali pada warna putih. Jika sahabat memerlukan pola/ contoh bentuk huruf dengan gaya kufi murabba’ , klik pada menu Kufi Guide untuk membuka petunjuk pembuatan huruf-huruf kufi murabba’.

Sketsa Kufi sample

Sketsa Kufi Kufi Guide

Untuk sementara, selagi fitur penyimpan dan ekspor image belum ada, Sahabat bisa mengambil screenshot dengan sniping tool bawaan windows, trus mempastenya pada software image editor.

Silahkan diunduh softwarenya DISINI

Atau jika ingin menggunakan metode yang lain bisa live di sini : http://typogridapp.com/

 

Selamat berkreasi membuat sketsa kufi.