Al-Qur’an, Pajangan atau Pegangan?

assalamualaikum

Saya mau sharing soal baca Al-Qur’an ah, mudah-mudahan jadi manfaat yaa 🙂

Hmmm….coba kita mulai dengan pertanyaan yang mudah ya..

Setiap Muslim kira-kira punya Al-Qur’an ngga di rumah? jawabannya pasti anak TK juga tau, kalau rata-rata di rumah setiap umat muslim pasti memiliki Kitab Suci umat Islam se-dunia ini..hehe. Coba tanya teman kita yang muslim atau minimal diri kita sendiri, pasti di rumah punya Al-Qur’an. Yang jadi pertanyaannya adalah, apakah Al-Qur’an tersebut hanya jadi pajangan pelengkap rak buku kita atau benar-benar dijadikan pegangan??

Pegangan buat apa? Ya pegangan jika kita sedih, pegangan jika kita bahagia, pegangan jika mau menikah, pegangan jika sedang mengandung, dan lain-lain. Gimana caranya? Ya sering-sering dibaca, dimengerti dan difahami.

Saya punya ponakan, laki-laki kelas 3 SMPIT waahhh…..tahfidz (hafalan Qur’an) nya saya kalah bener dari dia lho, kenapa bisa begitu? Karena dia rutin saya ngga rutin. Sampai minggu lalu saya lihat raport sekolahnya waduh itu segala sesuatu yang menyangkut Al-Qur’an nilainya cakep-cakep bener, dari mulai tahfidz, tartil, dan apa itu satu lagi lupa saya….cakep-cakep banget Alhamdulillah 🙂

Lalu kenapa masih ada sebagian dari kita yang Muslim ini yang mungkin masih menjadikan Al-Qur’an hanya sebagai pajangan di rumah? Atau yang penting ada, atau kalau sewaktu-waktu perlu ada, atau kalau inget baru buka? Padahal taukah kita betapa besarnya manfaat membaca Al-Qur’an??

7 Most Important Reasons to Read Qur’an

1.      Bukti Keimanan

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Orang-orang yang telah kami beri kitab (Al-Qur’an), mereka membacanya sebagaimana mestinya, mereka itulah yang beriman kepadanya. Dan kepada siapa yang ingkar kepadanya mereka itulah orang-orang yang merugi.” (QS. 2:121)

Selain wajib mengimani bahwa Al-Qur’an diturunkan dari sisi Allah subhanahu wa ta’ala, wajib pula mengimani bahwa Allah subhanahu wa ta’ala telah mengucapkannya sebagaimana Dia telah mengucapkan seluruh kitab lain yang diturunkan. Wajib pula melaksanakan berbagai perintah dan kewajiban serta menjauhi berbagai larangan yang terdapat di dalamnya. Al-Qur’an yang merupakan tolok ukur kebenaran kitab-kitab terdahulu, dijaga oleh Allah subhanahu wa ta’ala dari pergantian dan perubahan zaman.

Nah jika kita tidak membaca Al-Qur’an, apa mau kita disebut tidak meng-imaninya? Pasti  ngga mau kan!

2.  Sarana Penyucian Jiwa

Dalam QS. Al-A’laa Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Sungguh beruntung orang yang menyucikan diri dan menyebut nama Tuhannya (berdzikir) lalu dia shalat.” (QS.87:14-15)

Saya yakin sepenuhnya, bahwa kita semua pasti ingin jadi orang yang beruntung. Salah satu caranya ya dengan sering-sering berinteraksi dengan Al-Qur’an.

3.  Sarana Untuk Memperoleh Ketentraman Jiwa

Biasanya kita sering dengar, ‘guys, buat sementara waktu mungkin gue mau menyendiri dulu ke pantai (x) ya…rasanya gue butuh waktu buat menenangkan diri’. Kok mau menenangkan diri aja kesannya repot banget..hehe, bukannya kalau lagi gundah jalan-jalan begitu malah jadinya ngga fun ya? Ngga lepas gitu lho hatinya.

Kan Allah subhanahu wa ta’ala sudah mengingatkan kita dalam firman-Nya, “…….. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram.” (QS. 13:28)

Nah ngga ada kan Allah suruh kita melancong ke tempat yang jauh-jauh untuk menenangkan diri? Coba aja shalat, dzikir, baca Qur’an, InsyaAllah 1000% dijamin tenang. Kalau mau liburan, tuh baru deh melancong rame-rame, pergi pun hati dalam kondisi yang nyaman.

4.  Merupakan Karunia yang Besar

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Kemudian kitab itu (Al-Qur’an) kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih diantara hamba-hamba Kami, lalu diantara mereka ada orang yang mendzolimi diri sendiri, ada yang pertengahan, dan ada pula yang lebih dulu berbuat kebaikan dengan izin Allah, yang demikian itu adalah karunia yang besar.” (QS. 35:32)

Mari kita tanamkan dalam benak kita, “untuk apa sih saya membaca Al-Qur’an?“ Apakah untuk sekedar memenuhi target khataman? Apakah karena dorongan pahala yang menjanjikan dengan 10 kebaikan pada tiap-tiap hurufnya? Atau karena tugas harian yang dibebankan? Beragam motivasi yang kita miliki. Maka beragam pula manfaat yang kita dapatkan. Manfaat Al-Qur’an akan lebih terasa jika kita bertujuan agar mendapatkan Informasi berharga dari Al-Qur’an yang bisa kita gunakan didalam menjalankan system operasi kehidupan manusia.

Percayalah, bahwa setiap kali kita berhubungan dengan Al-Qur’an maka satu tabir kebodohan akan tersingkap dan satu mata air nurani akan terpancar bagi kita. InsyaAllah

5.  Sarana Untuk Meningkatkan Keimanan

Hati adalah alat untuk memahami Al-Qur’an. Sedangkan hati berada ditangan Allah subhanahu wa ta’ala yang sifatnya berbolak balik sesuai dengan kehendak-Nya, terkadang dalam keadaan Taqwa namun suatu saat bisa saja berubah menjadi durhaka.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetar hatinya dan apabila dibacakan ayat-ayatnya bertambahlah imannya, dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakkal.” (QS. 8:2)

Kadar iman seseorang itu biasanya naik turun, saya sendiri pun demikian. Dan kita sendiri yang harus punya siasat untuk menanggulangi hal tersebut, caranya bagaimana? Ya dengan membaca Al-Qur’an dan mentadaburinya sedikit demi sedikit, berdzikir, shalat malam, dan sebagainya. Kalau saya, biasanya kalau hari kerja rutin baca Qur’an setiap pulang kantor sehabis Isya di rumah, tapi kalau capek dan ngantuk sekali saya ganti waktu bacanya ke selepas Dhuha di kantor atau setelah Dzuhur berjama’ah ya InsyaAllah saya sempetin baca dulu surat cinta dari Sang Pencipta. Nah kalau libur atau weekend, ya saya perbanyak kuantitas baca Qur’annya, biasanya kalau libur tiap ruangan di rumah kebagian saya dudukin buat baca Qur’an….biar adem aja… 🙂

Tertarik nyoba juga? Yuk? Cobain deh…. InsyaAllah suasana di rumah jadi adem banget 🙂

6.  Tidak Termasuk Orang Yang Mengacuhkan Al-Qur’an

Berkatalah Rasull : Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan Al-Qur’an itu sesuatu yang diacuhkan (ditinggalkan).” (QS. Al-Furqan:30)

Ayat di atas merupakan keluh kesah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam kepada Allah subhanahu wa ta’ala tentang perlakuan kaum musyrikin Makkah kala itu. Betapa kuat pertentangan kaumnya. Betapa hebat respon penolakan mereka terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang dibaca. Mereka menuduh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tukang sihir dan ayat-ayat itu adalah mantra-mantranya.  Mereka juga mengklaim Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sebagai ahli syair yang pandai merangkai kata demi kata sehingga menjadi indah dan enak didengar. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sangat terpukul atas semua respon itu, keluhan beliau akhirnya direkam sendiri oleh Allah subhanahu wa ta’ala dalam Kitab-Nya.

Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala memuliakan umat Islam dengan banyak keistemewaan. Satu di antara keistemewaan itu bahkan yang teragung adalah diturunkannya Al-Qur’an. Al-Quran merupakan satu-satunya kitab suci yang orisinalitasnya bisa dipertanggung jawabkan.

Oleh karena itu, Allah subhanahu wa ta’ala mengatakan dalam firman-Nya mengenai adab ketika Al-Qur’an dibacakan, “Dan apabila dibacakan Al Quran, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.”(Al-A’raf: 204)

7.  Sarana Untuk Mendapatkan Petunjuk

Percaya ngga kalau Al-Qur’an merupakan ensiklopedi ilmu?? Selain persoalan-persoalan ibadah, didalam Al-Qur’an kita juga bisa menemukan ilmu tentang politik, ekonomi syariah, hukum riba, cara memilih calon pendamping hidup yang baik, kesehatan, dan lain sebagainya.

Islam tidak mempertentangkan wahyu dan ilmu pengetahuan karena keduanya merupakan dua aspek dari kebenaran yang sama. Al-Quran mengajak kita untuk meneliti alam dan mengembangkan ilmu pengetahuan.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta, bagaimana dia diciptakan? Dan langit, bagaimana ia ditinggikan? Dan gunung-gunung, bagaimana ia ditegakkan? Dan bumi, bagaimana ia dihamparkan? Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan.” (QS. Al-Ghasiyah:17-21)

Begitu pula, temuan-temuan mutakhir ilmu pengetahuan diyakini semakin mengukuhkan kebenaran-abadi Al-Qur’an. Al-Qur’an mengajak kita untuk mengeksplorasi isyarat-isyarat science yang bertaburan di dalamnya. Inilah safari zikir dan pikir menjelajahi semesta ilmu-ilmu kosmologi, matematika, biologi, ekonomi, psikologi, dan ilmu-ilmu lainnya.

Dalam ayat lain Allah subhanahu wa ta’ala pun menyampaikan, “Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberi petunjuk ke jalan yang paling lurus dan memberi kabar gembira kepada orang mukmin yang mengerjakan kebaikan bahwa mereka akan mendapat pahala yang besar.“ (QS. 17:9)

Pada ayat tersebut sudah jelas disebutkan bahwa jika kita berpegangan hanya kepada Al-Qur’an maka hanya akan kebaikanlah sebagai hasilnya.

Setujuuuuu…?? 🙂

Al-Qur’an dan Keutamaan Membacanya

1.      Menjadi Sebaik-baik Manusia

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.“ (HR. Bukhari)

2.  Memperoleh Syafaat di hari Kiamat

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dalam haditsnya bersabda, “Bacalah Al-Qur’an, karena ia akan datang pada hari Kiamat sebagai pemberi syafaat bagi pembacanya.“ (HR. Muslim dari Abu Umamah)

Subhanallah …….

3.  Mendapatkan Pahala Berlipat Ganda

Dari Ibnu Mas’ud ra, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa membaca satu huruf dari kitab Allah maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dibalas sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim itu satu huruf, tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf dan Mim satu huruf.“ (HR. Tirmidzi)

Bayangkan , 1 huruf sama dengan 10 kebaikan Allah subhanahu wa ta’ala berikan, bayangkan bagaimana kalau khatam secara berkesinambungan?? Masya Allah!!

Itu belum pahala bila kita mentadaburinya. Sungguh semata-mata atas rahmat Allah subhanahu wa ta’ala  jika kita diberikan kemampuan untuk membaca dan memahami berikut mentadaburi isi Al-Qur’an.

4.  Bersama Para Malaikat di Surga

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dalam sabdanya, “Orang yang membaca Al-Qur’an dengan mahir adalah bersama para malaikat yang mulia lagi taat, sedangkan orang yang membaca Al-Qur’an dengan tergagap dan susah membacanya, baginya dua pahala.” (Muttafaq’alaih)

Apa itu 2 pahala yang mengiringi bagi yang susah membaca Al-Qur’an? Yakni pahala membaca dan pahala susah payahnya. lihat? Sungguh Allah subhanahu wa ta’ala Maha Sempurna dalam menghitung kebaikan bagi hamba-hamba-Nya, tidak akan luput kebaikan meski sebesar biji sawi sebagaimana tidak akan gratis kejahatan meski hanya sebesar biji sawi.

Jadi jangan menyerah buat saudara-saudara atau adik-adik yang masih susah dalam membaca Al-Qur’an, didalam susah payahmu ada pahala Allah subhanahu wa ta’ala yang diberikan-Nya kepadamu.

5.  Menaikkan Kedudukan Pembacanya di Surga

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Dikatakan kepada pembaca Al-Qur’an; bacalah, naiklah dan bacalah dengan pelan sebagaimana yang telah kamu lakukan di dunia, karena kedudukanmu adalah pada akhir ayat yang kamu baca.” (HR. Abu Dawud & Tirmidzi)

6.  Dari Ibnu Umar ra, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

Tidak boleh hasad (iri) kecuali dalam dua perkara, yaitu orang yang dikaruniai Allah Al-Qur’an lalu diamalkannya pada waktu malam dan siang hari, dan orang yang dikaruniai Allah harta lalu diinfakkannya pada waktu malam dan siang hari.” (Muttafaq’alaih)

Jadi untuk apa iri terhadap perkara yang lain? Handphone baru, tas baru, sepatu baru, mobil baru, laptop baru, apapun itu, mau sampai dimana? Keinginan untuk memiliki benda-benda duaniawi ngga akan pernah ada habisnya, karena setiap waktu akan muncul lagi yang baru, akan ada trend-trend baru lagi, terus begitu.

Irilah hanya kepada orang yang mampu melakukan 2 hal diatas tadi, yang minta ampun kayanya minta ampun juga sedekahnya, dan yang mengamalkan ilmunya.

7.  Mendapatkan Petunjuk Jalan Keselamatan

Allah shallallahu alaihi wasallam berfirman, “Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan kitab yang menerangkan. Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.“ (QS. Al-Ma’idah :15-16)

Untuk bisa istiqamah membaca Al-Qur’an ngga bisa instant atau kaya sulap yang langsung bisa bagus atau jadi rajin. Berikut ini beberapa tips-tips supaya kita bisa istiqamah dalam membaca Al-Qur’an:

  • Ikhlas
  • Sabar. Sabar jika kita masih susah payah dalam mempelajarinya, ingatlah bahwa terdapat pahala dalam susah payah kita itu.
  • Kuatkan tekad. Kuatkan tekad kita untuk mempelajari Al-Qur’an lebih baik lagi, agar ilmu yang kita peroleh pun meningkat dari sebelumnya.
  •  Tingkatkan keimanan kepada hari Akhir
  • Tambah ilmu tentang keutamaan membaca Al-Qur’an
  • Tingkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an
  • Berinteraksi dengan orang-orang yang banyak mambaca Al-Qur’an. Ini salah satu maksud dan nasehat orang tua kita jika mereka mengingatkan pilih-pilih kalau berteman, ya maksudnya yang bisa membawa kita kepada kebaikan.
  • Manfaatkan waktu sebaik mungkin. Atur waktu antara ibadah, sekolah atau bekerja. Termasuk mengaji ataupun belajar Al-Qur’an.
  • Berlindung dari godaan syetan. Dengan membaca Al-Qur’an, maka otomatis kita mendapatkan perlindungan dari segala macam tipu daya syetan, kenapa? Karena pikiran dan hati kita lebih banyak diisi oleh Kalam Allah bukan oleh hal-hal yang tidak bermanfaat, apalagi cuma sekedar bengong.
  • Istimror (terus-menerus) meskipun sedikit. Yang sedikit masih lebih baik dibanding yang tidak sama sekali bukan? Semakin hari ditambah intensitasnya, InsyaAllah akan menjadi kebiasaan baru dan akan terasa ada yang kurang jika dalam sehari kita belum membacanya.

Kalau setiap bulan kita bisa beli baju baru, tas baru, sepatu baru, kacamata baru, handphone baru, yang harganya ngga murah, sudahkah kita melihat penampilan Al-Qur’an kita? Masih baguskah? Masih rapihkah? Sudahkah kita beli Al-Qur’an baru untuk di kantor misalkan? Untuk di mobil misalkan? Atau untuk di tas kita misalkan?  Atau bahkan untuk di rumah??

Kalau kita tidak pernah khawatir untuk membelanjakan uang kita untuk keperluan konsumtif (baca: barang yang dikonsumsi), kenapa kita harus merasa sayang untuk membeli Al-Qur’an baru? Sama halnya dengan sekolah, membeli Al-Qur’an pun merupakan investasi, tentunya yang kemudian dibaca dan diamalkan ya…. 🙂

Kenapa saya bilang investasi? Ya iya dong, membeli Al-Qur’an adalah investasi, investasi akhirat. Karena begitu banyaknya ilmu didalam Al-Qur’an yang bisa kita pelajari, membacanya saja sudah berjuta kebaikan apalagi mengamalkannya?? Apalagi di zaman sekarang ini beredar Al-Qur’an dengan berbagai macam pengkhususan. Misalnya, Al-Qur’an tajwid, ayat keluarga (nah yang ini, kalau sampai pada ayat-ayat yang menyebutkan tentang pernikahan dan keluarga, akan diberikan highlight atau penekanan dalam penjelasannya), Asmaul Husna (yang ini disertai dengan CD dzikir Asmaul Husna biasanya, karena saya dapet yang seperti itu), Tafsir, ada juga yang dibarengi sama hadits-hadits Nabi (nah yang ini saya baru dapet,  dapet pesen dari temen pengajian… Alhamdulillah) dan sebagainya.

Jadi ngga ada ceritanya lagi susah atau ribet buat belajar Al-Qur’an! Rugi ngga? Ya ngga akan pernah rugi dong, kan dari situ kita belajar banyak 🙂

Naaahh… Ngga terasa panjang juga ya pembahasan kita tentang Al-Qur’an, mudah-mudahan yang sedikit ini mendatangkan manfaat, yang belajar menjadi semakin rajin dan semakin banyak yang cinta sama Al-Qur’an. Insha Allah

Insha Allah ketemu lagi next time yaa… 🙂

Sumber :@IntanDiniRivera

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s