Penutup Pengajian MTGA , Sabtu 15 Juli 2017

15-07-2017

salam kufi-01

Hari Sabtu, Tanggal 15 Juli 2017, Pengajian Baca Al Qur’an dengan baik & benar serta Tafsir Majelis Talim Griya Al Qur’an diadakan di Rumah Pintar pukul 20.00 WIB.

Pengajian Dibawah bimbingan Ustadz. H.Tohirin,Lc,M.Ag. Berikut dokumentasi & rekaman pengajian yang kami rekam untuk memudahkan jamaah mengulang materi tersebut.


Jazakumullah Khairan Katsiran Wa Jazakumullah Ahsanal Jaza

semoga Allah meridhoi kita semua..Aamiin yaa rabbal allamiin.

Iklan

PENGAJIAN MT GRIYA AL QUR’AN JILID KE-2, 26 Agustus 2016 @ RUMAH PAK Syakir

Alhamdulillah pada hari ini, Jumat 26 Agustus 2016 bertempat di rumah M.Syakir Rt.08/08 , telah dimulai kajian Alquran dan Tafsir Alquran dibawah bimbingan Ustadz H.Tohirin , dan alhamdulillah berlangsung lancar dan tertib, berikut suasana yang diambil pada saat pengajian ;

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

 

Jazakumullah Khairan Katsiran Wa Jazakumullah Ahsanal Jaza

semoga Allah meridhoi kita semua..amiin yaa rabbal allamiin.

Nikmatnya Surga, Dahsyatnya Neraka


 Salah satu di antara pokok keyakinan Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah mengimani keberadaan Surga (Al Jannah) dan Neraka (An Naar). Salah satunya berdasarkan firman Allah Ta’ala (yang artinya), “Peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir. Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya..” (QS. Al-Baqarah : 24-25).

Mengimani surga dan neraka berarti membenarkan dengan pasti akan keberadaan keduanya, dan meyakini bahwa keduanya merupakan makhluk yang dikekalkan oleh Allah, tidak akan punah dan tidak akan binasa, dimasukkan ke dalam surga segala bentuk kenikmatan dan ke dalam neraka segala bentuk siksa. Juga mengimani bahwa surga dan neraka telah tercipta dan keduanya saat ini telah disiapkan oleh Allah ta’ala. Sebagaimana firman Allah Ta’ala mengenai surga (yang artinya), “..yang telah disediakan untuk orang-orang yang bertakwa” (QS. Ali Imran : 133), dan mengenai neraka (yang artinya), “..yang telah disediakan untuk orang-orang yang kafir.”(QS. Ali Imran : 131).[1] Oleh karena itulah, Al Imam Abu Ja’far Ath Thahawi (wafat 321 H) menyimpulkan dalam Al ‘Aqidah Ath Thahawiyah, “Surga dan neraka adalah dua makhluq yang kekal, tak akan punah dan binasa. Sesungguhnya Allah telah menciptakan keduanya sebelum penciptaan makhluq lain”[2].

Surga dan Kenikmatannya

Allah Ta’ala telah menggambarkan kenikmatan surga melalui berbagai macam cara. Terkadang, Allah mengacaukan akal sehat manusia melalui firman-Nya dalam hadits qudsi, “Kusiapkan bagi hamba-hambaKu yang sholih (di dalam surga, -pen), yaitu apa yang tak pernah dilihat mata, tak pernah didengar telinga, dan tak pernah terlintas dalam hati semua manusia”, kemudian Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam bersabda: “Bacalah jika kalian mau, ‘Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang’(QS. As-Sajdah : 17)”[3]. Di tempat lain, Allah membandingkan kenikmatan surga dengan dunia untuk menjatuhkan dan merendahkannya. Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam bersabda, “Tempat cemeti di dalam surga lebih baik dari dunia dan seisinya”.[4] Kenikmatan surga juga Allah Ta’ala gambarkan dengan menyebut manusia yang berhasil memasuki surga dan selamat dari adzab neraka, sebagai orang yang beroleh kemenangan yang besar. Sebagaimana Allah Ta’ala firmankan (yang artinya), “Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam surga yang mengalir didalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar” (QS. An-Nisaa’ : 13)[5] Berikut ini akan kami pilihkan beberapa sifat dan kenikmatan yang ada di dalam surga secara ringkas. Semoga Allah mudahkan langkah kita dalam menggapai surgaNya.

Penamaan Surga

Surga (Al Jannah) secara bahasa berarti : kebun (al bustan), atau kebun yang di dalamnya terdapat pepohonan. Bangsa Arab juga biasa memakai kata al jannah untuk menyebut pohon kurma. Secara istilah, surga ialah nama yang umum mencakup suatu tempat (yang telah dipersiapkan oleh Allah bagi mereka yang menaati-Nya), di dalamnya terdapat segala macam kenikmatan, kelezatan, kesenangan, kebahagiaan, dan kesejukan pandangan mata. Surga juga disebut dengan berbagai macam nama selain Al Jannah, diantaranya : Darus Salam (Negeri Keselamatan;lihat QS. Yunus : 25), Darul Khuld (Negeri yang Kekal;lihat QS. Qaaf : 34), Jannatun Na’im (Surga yang Penuh Kenikmatan;QS. Luqman: 8), Al Firdaus (QS. Al Kahfi : 108), dan berbagai penamaan lainnya.[6]

Pintu-Pintu Surga

Surga memiliki pintu-pintu. Dalam sebuah hadits dari shahabat Sahl bin Sa’ad radhiyallaahu anhu dari Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam“Di dalam surga terdapat delapan pintu, di antaranya adalah Ar Rayyan. Tidak ada yang memasukinya kecuali orang-orang yang berpuasa”[7]. Dari Utbah bin Ghazawan radhiyallaahu anhu, beliau berkata mengenai lebar tiap pintu surga, “Rasulullah bersabda kepada kami bahwasanya jarak antara daun pintu ke daun pintu surga lainnya sepanjang perjalanan empat puluh tahun, dan akan datang suatu hari ketika orang yang memasukinya harus berdesakan”.[8]

Tingkatan Surga

Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya surga terdiri atas seratus tingkat, jarak antara dua tingkatnya seperti jarak antara langit dan bumi, Allah menyediakannya untuk orang-orang yang berjihad di jalan-Nya”[9]Tingkatan surga yang paling tinggi ialah Firdaus. Nabi memerintahkan ummatnya untuk berdoa memohon Firdaus melalui sabdanya, “Jika kalian meminta pada Allah mintalah kepadaNya Firdaus, karena sesungguhnya Firdaus adalah surga yang paling utama, dan merupakan tingkatan tertinggi dari surga, di atasnya terdapat ‘Arsy Ar Rahman dan dari Firdaus itulah memancar sungai-sungai surga”[10]

Bangunan-Bangunan dalam Surga

“Tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya mereka mendapat tempat-tempat yang tinggi, di atasnya dibangun pula tempat-tempat yang tinggi” (QS. Az-Zumar : 20). Dari Abu Musa Al Asy’ari dari Nabi shallallaahu alaihi wa sallam beliau bersabda, “Sesungguhnya bagi orang-orang mukmin di dalam surga disediakan kemah yang terbuat dari mutiara yang besar dan berlubang, panjangnya 60 mil, di dalamnya tinggal keluarganya, di sekelilingnya tinggal pula orang mukmin lainnya namun mereka tidak saling melihat satu sama lain.”[11]

Makanan Penghuni Surga

“Dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih, dan daging burung dari apa yang mereka inginkan.” (QS. Al Waqi’ah : 20-21). Adapun buah-buahan surga adalah sebagaimana yang difirmankan oleh Allah Ta’ala (yang artinya), “Setiap mereka diberi rezki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan : ‘Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu.’ Mereka diberi buah-buahan yang serupa” (QS. Al Baqarah : 25). Syaikh As Sa’diy rahimahullah menjelaskan keserupaan dalam ayat diatas dengan, “Ada yang berpendapat serupa dalam hal jenis, namun berbeda dalam penamaan, ada pula yang berpendapat saling menyerupai satu sama lain, dalam kebaikannya, kelezatannya, kesenangannya, dan semua pendapat tersebut benar.”[12]

Minuman Penghuni Surga

“Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan minum dari piala (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur, (yaitu) mata air (dalam surga) yang daripadanya hamba-hamba Allah minum, yang mereka dapat mengalirkannya dengan sebaik-baiknya” (QS. Al Insan : 5-6). Ibnu Asyur menjelaskan mengenai kafur “Yaitu minyak yang keluar dari tanaman mirip oleander yang tumbuh di negeri Cina, ketika usianya telah mencapai satu tahun mengalir dari dahannya minyak yang disebut kafur. Minyak tersebut kental, dan apabila bercampur dengan air jadilah ia minuman memabukkan”[13]. Oleh karena itu, “ka’san” dalam ayat ini maksudnya ialah piala yang biasa menjadi wadah khamr, sebagaimana dijelaskan dalam Tafsir Jalalain. Kata “ka’san” ini juga dipakai dalam ayat, “Di dalam syurga itu mereka diberi minum segelas (minuman) yang campurannya adalah jahe” (QS. Al Insan : 17) dan maksudnya ialah minuman arak yang telah bercampur jahe, karena bangsa Arab dahulu biasa mencampur arak dengan jahe untuk menghilangkan bau busuk yang timbul darinya.

Dahsyatnya Neraka

Neraka disiapkan Allah bagi orang-orang yang mengkufuri-Nya, membantah syariat-Nya, dan mendustakan Rasul-Nya. Bagi mereka adzab yang pedih, dan penjara bagi orang-orang yang gemar berbuat kerusakan. Itulah kehinaan dan kerugian yang paling besar. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Ya Tuhan kami, sesungguhnya barangsiapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.” (QS. Ali Imran : 192). Demikian pula firman Allah Ta’ala, “Katakanlah: “Sesungguhnya orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri dan keluarganya pada hari kiamat.” Ingatlah yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.” (QS. Az Zumar : 15). Itulah seburuk-buruk tempat kembali. “Sesungguhnya jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman.” (QS. Furqan : 66)

Penamaan Neraka

An Naar, neraka secara bahasa ialah kobaran api (al lahab) yang panas dan bersifat membakar. Secara istilah bermakna, suatu tempat yang telah disiapkan Allah subhanahu wa ta’alabagi orang-orang yang mendurhakai-Nya. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya Allah mela’nati orang-orang kafir dan menyediakan bagi mereka api yang menyala-nyala (neraka)” (QS. Al Ahzab : 64). Neraka memiliki beragam nama selain an naar, diantaranya Jahannam (lihat QS. An Naba’ : 21-22), Al Jahim (QS. An Naziat : 36), As Sa’ir (QS. Asy Syura : 7), Saqar (QS. Al Mudatsir : 27-28), Al Huthomah (QS. Al Humazah : 4), dan Al Hawiyah (QS. Al Qari’ah : 8-11)

Pintu-Pintu Neraka

“Jahannam itu mempunyai tujuh pintu. Tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka.” (QS. Al Hijr : 44). Pintu yang dimaksud ialah bertingkat ke bawah, hingga ke bawahnya lagi, disediakan sesuai dengan amal keburukan yang telah dikerjakan, sebagaimana ditafsirkan oleh Syaikh As Sa’diy.

Kedalaman Neraka

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu anhu, “Kami bersama Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam, tiba-tiba terdengar suara benda jatuh. Maka Nabi shallallaahu alaihi wa sallam bertanya, ‘Tahukah kalian apakah itu?’ Kami pun menjawab, ‘Allah dan RasulNya lebih mengetahui’. Rasulullah berkata, ‘Itu adalah batu yang dilemparkan ke dalam neraka sejak tujuh puluh tahun lalu. Batu itu jatuh ke dalam neraka, hingga baru mencapai dasarnya tadi’. [14]

Bahan Bakar Neraka

“Peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir” (QS. Al Baqarah : 24). Batu yang dimaksud dalam ayat ini ditafsirkan oleh Ibnu Abbas dan sebagian besar pakar tafsir dengan belerang, dikarenakan sifatnya yang mudah menyala lagi busuk baunya. Sebagian pakar tafsir juga berpendapat bahwa yang dimaksud batu di sini, ialah berhala-berhala yang disembah, sebagaimana Allah berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah, adalah umpan Jahannam, kamu pasti masuk ke dalamnya.” (QS. Al Anbiya : 98)

Panas Api Neraka

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu anhu beliau berkata, “Rasulullah shallallaahu alaihi wa salam bersabda, ‘Api kalian, yang dinyalakan oleh anak Adam, hanyalah satu dari 70 bagian nyala api Jahannam. Para shahabat kemudian mengatakan, ‘Demi Allah! Jika sepanas ini saja niscaya sudah cukup wahai Rasulullah! Rasulullah menjawab, ‘Sesungguhnya masih ada 69 bagian lagi, masing-masingnya semisal dengan nyala api ini’”.

Makanan Penghuni Neraka

Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri, yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar” (QS. Al Ghasiyah : 6-7). Ibnu Katsir rahimahullah membawakan perkataan Ali bin Abi Thalhah, dari Ibnu Abbas, “Itu adalah pohon dari neraka”. Said bin Jubair berkata, “Itu adalah Az Zaqum (pepohonan berduri bagi makanan penghuni neraka)”. Ada pula yang berpendapat bahwa yang dimaksud ialah batu.

Minuman Penghuni Neraka

Di hadapannya ada Jahannam dan dia akan diberi minuman dengan air nanah, diminumnnya air nanah itu dan hampir dia tidak bisa menelannya” (QS. Ibrahim : 16-17). Yaitu mereka diberi air yang amatlah busuk baunya lagi kental, maka merekapun merasa jijik dan tidak mampu menelannya. “Diberi minuman dengan hamiim (air yang mendidih) sehingga memotong ususnya” (QS. Muhammad : 47). Hamiim ialah air yang mendidih oleh panasnya api Jahannam, yang mampu melelehkan isi perut dan menceraiberaikan kulit mereka yang meminumnya. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Dengan air itu dihancur luluhkan segala apa yang ada dalam perut mereka dan juga kulit (mereka)” (QS. Al Hajj : 20).[15]

Mengingat Nikmat Surga dan Adzab Neraka Sumber Rasa Khusyu’ dalam Hati

Yahya bin Mu’adz berkata, “Rasa takut di dalam hati bisa tumbuh dari tiga hal. Yaitu senantiasa berpikir seraya mengambil pelajaran, merindukan Surga seraya memendam rasa cinta, dan mengingat Neraka seraya menambah ketakutan.” Hendaklah diri kita tidak pernah merasa aman dari adzab neraka. Sulaiman At Taimi pernah berkata, “Aku tidak tahu apa yang tampak jelas bagiku dari Rabbku. Aku mendengar Allah ‘azza wa jalla berfirman, “Dan jelaslah bagi mereka adzab dari Allah yang belum pernah mereka perkirakan”. (QS. Az Zumar : 47).[16] Semoga tulisan ini dapat menambah rasa takut dan harap kita kepada Allah subhanahu wa ta’ala, memotivasi kita untuk meningkatkan amal shalih, dan menjauhi larangan-laranganNya.

Penulis: Yhouga Ariesta M

Artikel www.muslim.or.id


[1] A’lamus Sunnah Al Mansyurah (hal. 134-135)Syaikh Hafidz bin Ahmad Al Hakami rahimahullah. Tahqiq : Dr. Ahmad bin Ali ‘Alusyi Madkhali. Cetakan Maktabah Ar Rusyd.

[2] Bagaimana Cara Beragama yang Benar? Dr. Muhammad bin Abdurrahman Al-Khumais. Terjemah : Muhammad Abduh Tuasikal, ST. Pustaka Muslim.

[3] HR. Bukhari [3244] dari shahabat Abu Hurairah radhiyallaahu anhu

[4] HR. Bukhari [3250]

[5] Al-Yaumul Akhir : Al Jannatu wa An-Naar (hal. 117-118). Dr. Umar Sulaiman Al-Asyqar. Cetakan Daar An-Nafais.

[6] Al Jannatu wa An Naar, Abdurrahman bin Sa’id bin Ali bin Wahf Al Qahthani rahimahullahu ta’ala, dengan tahqiq : Dr. Sa’id bin Ali bin Wahf Al Qahthani hafizhahullah

[7] HR. Bukhari [6/328] dan Muslim [8/32]

[8] HR. Muslim [2967]

[9] HR. Bukhari [6/11] dan Muslim [13/28]

[10] Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallaahu anhu. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Takhrij Kitabus Sunnah [581]

[11] HR. Bukhari [6/318], Muslim [17/175], dan Tirmidzi [6/10]

[12] Taisir Karim Ar Rahman fii Kalam Al Mannan, Syaikh As Sa’di, Muassassah Ar Risalah. Asy Syamilah.

[13] At Tahrir wa At Tanwir, Ibnu Asyur, Mawqi’ At Tafasir. Asy Syamilah.

[14] HR. Muslim 2844

[15] Disarikan dari Tadzkiyah Al Abrar bi Al Jannati wa An Naar. Dr. Ahmad Farid. Maktabah Al Mishkat Al Islamiyah.

[16] “1000 Hikmah Ulama Salaf”. Shalih bin Abdul Aziz Al Muhaimid, diterjemahkan oleh Najib Junaidi, Lc. Pustaka Elba hal. 316-317


HARAPAN SEORANG LELAKI TUA


 رجل كبير في السن يتحدث عن امنياته في الحياه
Seorang lelaki tua berbicara tentang harapannya selama hidup
 
فيقول:::
Maka dia berkata :
 
تمنيــــــــــت ..
أن أتزوج و فعلاً تزوجت
ولكن الحياه موحشة بﻻ أوﻻد ..
Aku dulu pernah berharap ..
Untuk menikah, akhirnya aku pun menikah
Akan tetapi kehidupan itu sepi tanpa kehadiran anak-anak
 
فتمنيــــــــــت ..
أن أرزق بالأطفال
وفعلآ رزقت بالأطفال ..
ولكنني ما لبثت إلا وقد سئمت
من جدران الشقة ..
Maka Aku berharap ..
Agar Allah menganugrahi anak
Dan Allahpun menganugrahiku anak ..
Akan tetapi aku tinggal di tempat yang membuatku bosan
Dengan dinding-dindingya ..
 
فتمنيــــــــــت ..
أمتلك منزﻵ به حديقة ..
وفعلاً وبعد عناء
امتلكت المنزل والحديقة
ولكن اﻷوﻻد كبروا ..
Kemudian aku berharap..
Memiliki sebuah rumah yang mempunyai taman ..
Dan itupun tercapai setelah bekerja keras
Akhirnya Aku memiliki rumah dan taman
Akan tetapi anak-anakku sudah besar ..
 
 
فتمنيــــــــــت ..
أن أزوجهم ..
وفعلاً تزوجوا لكنني سئمت
من العمل ومن مشاقه
أصبح يتعبني ..
Maka aku berharap ..
Untuk menikahkan mereka ..
Dan akhirnya mereka semua menikah, akan tetapi aku mulai bosan
Dengan pekerjaan dan tuntutan-tuntutannya
Yang selalu membuatku lelah ..
 
فتمنيــــــــــت ..
أن أتقاعد لأرتاح ..
وفعلآ تقاعدت وأصبحت
وحيداً كما كنت بعد
تخرجي تماماً ..
لكن بعد تخرجي ..
كنت مقبل على الحياة ..
والآن أنا مدبرعن الحياة ..
Maka aku pun berharap ..
Untuk pensiun agar bisa beristirahat ..
Dan akhirnya akupun pensiun dan  Aku pun
Merasa bebas seperti yang kuinginkan setelah
Berhenti dari seluruh pekerjaan ..
Akan tetapi setelah aku berhenti ..
Dulu aku yang datang kepada kehidupan ..
Dan sekarang aku lah yang diatur oleh kehidupan ..
 
.. ولكن لا زالت لدي أماني ..
.. Akan tetapi aku tetap terus berharap ..
 
*فتمنيــــــــــت ..
Maka aku berharap ..
 
أن أحفظ القرآن ..
لكن ذاكرتي خانتني ..
Untuk menghafal Alquran ..
Akan tetapi ingatanku sudah mengkhianatiku ..
 
فتمنيــــــــــت ..
Dan aku pun berharap ..
 
أن أصوم لله ..
لكن صحتي لم تسعفني ..
Untuk berpuasa karena Allah..
Akan tetapi kesehatanku tidak menolongku ..
 
فتمنيــــــــــت ..
Dan akupun berharap ..
 
أن أقوم الليل ..
لكن قدماي لم تعد تقوى على حملي ..
Untuk menegakkan solat malam ..
Akan tetapi kaki-kakiku tidak mampu lagi menopang diriku ..
 
وصدق المصطفى –
صل الله عليه وسلم –
حينما قال : اغتنم خمسا قبل خمس
Dan benarlah perkatan Nabi
Sholallahu ‘alaihi wassalam
Ketika  beliau berkata, “Peliharah yang lima sebelum yang lima,
شبابك قبل هرمك ..
وصحتك قبل سقمك ..
وغناك قبل فقرك ..
وفراغك قبل شغلك..
وحياتك قبل موتك ..
Masa mudamu sebelum datang masa tuamu ..
Dan masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu ..
Dan masa kayamu sebelum datang masa miskinmu ..
Dan masa luangmu sebelum datang masa sibukmu ..
Dan masa hidupmu sebelum datang masa matimu ..
 
اللهم أعنا على ذكرك وشكرك
وحسن عبادتك ..
Ya Allah tolonglah kami dalam mengingat-Mu dan bersyukur kepada-Mu
Dan juga beribadah dengan baik kepada-Mu ..
 
إن لم يكن في برنامجك اليومي
ركعتي الضحى
وحزب من القرآن
ووتر من الليل
وكلمة طيبة
وصدقة تطفيء غضب الرب
وخبيئة لايعلمها إلا الله
فأي طعم للحياة بقي ..
يا رب نسألك الجنة والنجاة من النار..
Jika belum ada dalam agendamu hari ini
Dua rakaat solat Dhuha
Dan membaca Alquran
Dan solat witir di waktu malam
Dan mengucapkan perkataan yang baik
Dan sedekah yang mampu memadamkan kemarahan Tuhan
Dan meminta kebaikan yang mana hanya Allah yang mengetahuinya
Maka kenimatan hidup apa yang tersisa? ..
Ya Rabb, kami memohon surga dan keselamatan dari api neraka kepada-Mu
 
إهداء للرفقة الطيبة فأرسلها لمن تحب❤
Sebuah hadiah untuk teman-teman yang baik dan kirimkanlah kepada orang-orang yang kamu cintai
 
*Aku nerjemahin ini sendiri dari teks Arabnya
**Jika bermanfaat jangan lupa share kepada yang lainnya yaaa ..
Bila bermanfaat, silahkan dibagikan

10 Ribu Rupiah Membuat Kita Mengerti Cara Bersyukur

Ada seorang sahabat menuturkan kisahnya. Dia bernama Budiman. Sore itu ia menemani istri dan seorang putrinya berbelanja kebutuhan rumah tangga bulanan di sebuah toko swalayan. Usai membayar, tangan-tangan mereka sarat dengan tas plastik belanjaan.

Baru saja mereka keluar dari toko swalayan, istri Budiman dihampiri seorang wanita pengemis yang saat itu bersama seorang putri kecilnya. Wanita pengemis itu berkata kepada istri Budiman, “Beri kami sedekah, Bu!”

Istri Budiman kemudian membuka dompetnya lalu ia menyodorkan selembar uang kertas berjumlah 1000 rupiah. Wanita pengemis itu lalu menerimanya. Tatkala tahu jumlahnya tidak mencukupi kebutuhan, ia lalu menguncupkan jari-jarinya mengarah ke mulutnya. Kemudian pengemis itu memegang kepala anaknya dan sekali lagi ia mengarahkan jari-jari yang terkuncup itu ke mulutnya, seolah ia ingin berkata, “Aku dan anakku ini sudah berhari-hari tidak makan, tolong beri kami
tambahan sedekah untuk bisa membeli makanan!”

Mendapati isyarat pengemis wanita itu, istri Budiman pun membalas isyarat dengan gerak tangannya seolah berkata, “Tidak… tidak, aku tidak akan menambahkan sedekah untukmu!”
Ironisnya meski tidak menambahkan sedekahnya, istri dan putrinya Budiman malah menuju ke sebuah gerobak gorengan untuk membeli cemilan. Pada kesempatan yang sama Budiman berjalan ke arah ATM center guna mengecek saldo rekeningnya. Saat itu memang tanggal gajian, karenanya Budiman ingin mengecek saldo rekening dia.

Di depan ATM, Ia masukkan kartu ke dalam mesin. Ia tekan langsung tombol INFORMASI SALDO. Sesaat kemudian muncul beberapa digit angka yang membuat Budiman menyunggingkan senyum kecil dari mulutnya. Ya, uang gajiannya sudah masuk ke dalam rekening.

Budiman menarik sejumlah uang dalam bilangan jutaan rupiah dari ATM. Pecahan ratusan ribu berwarna merah kini sudah menyesaki dompetnya. Lalu ada satu lembar uang berwarna merah juga, namun kali ini bernilai 10 ribu yang ia tarik dari dompet. Uang itu Kemudian ia lipat kecil untuk berbagi dengan wanita pengemis yang tadi meminta tambahan sedekah.

Saat sang wanita pengemis melihat nilai uang yang diterima, betapa girangnya dia. Ia pun berucap syukur kepada Allah dan berterima kasih kepada Budiman dengan kalimat-kalimat penuh kesungguhan: “Alhamdulillah… Alhamdulillah… Alhamdulillah… Terima kasih tuan! Semoga Allah memberikan rezeki berlipat untuk tuan dan keluarga. Semoga Allah memberi kebahagiaan lahir dan batin untuk tuan dan keluarga. Diberikan karunia keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah. Rumah tangga harmonis dan anak-anak yang shaleh dan shalehah. Semoga tuan dan keluarga juga diberi kedudukan yang terhormat kelak nanti di surga…!”

Budiman tidak menyangka ia akan mendengar respon yang begitu mengharukan. Budiman mengira bahwa pengemis tadi hanya akan berucap terima kasih saja. Namun, apa yang diucapkan oleh wanita pengemis tadi sungguh membuat Budiman terpukau dan membisu. Apalagi tatkala sekali lagi ia dengar wanita itu berkata kepada putri kecilnya, “Dik, Alhamdulillah akhirnya kita bisa makan juga….!”
Deggg…!!! Hati Budiman tergedor dengan begitu kencang. Rupanya wanita tadi sungguh berharap tambahan sedekah agar ia dan putrinya bisa makan. Sejurus kemudian mata Budiman membuntuti kepergian mereka berdua yang berlari menyeberang jalan, lalu masuk ke sebuah warung tegal untuk makan di sana.

Budiman masih terdiam dan terpana di tempat itu. Hingga istri dan putrinya kembali lagi dan keduanya menyapa Budiman. Mata Budiman kini mulai berkaca-kaca dan istrinya pun mengetahui itu. “Ada apa Pak?” Istrinya bertanya.

Dengan suara yang agak berat dan terbata Budiman menjelaskan: “Aku baru saja menambahkan sedekah kepada wanita tadi sebanyak 10 ribu rupiah!”

Awalnya istri Budiman hampir tidak setuju tatkala Budiman mengatakan bahwa ia memberi tambahan sedekah kepada wanita pengemis. Namun Budiman kemudian melanjutkan kalimatnya:
“Bu…, aku memberi sedekah kepadanya sebanyak itu. Saat menerimanya, ia berucap hamdalah berkali-kali seraya bersyukur kepada Allah. Tidak itu saja, ia mendoakan aku, mendoakan dirimu, anak-anak dan keluarga kita. Panjaaaang sekali ia berdoa!

Dia hanya menerima karunia dari Allah Subhanahu wata A’la sebesar 10 ribu saja sudah sedemikian hebatnya bersyukur. Padahal aku sebelumnya melihat di ATM saat aku mengecek saldo dan ternyata di sana ada jumlah yang mungkin ratusan bahkan ribuan kali lipat dari 10 ribu rupiah. Saat melihat saldo itu, aku hanya mengangguk-angguk dan tersenyum. Aku terlupa bersyukur, dan aku lupa berucap hamdalah.

Bu…, aku malu kepada Allah! Dia terima hanya 10 ribu begitu bersyukurnya dia kepada Allah dan berterimakasih kepadaku. Kalau memang demikian, siapakah yang pantas masuk ke dalam surga Allah, apakah dia yang menerima 10 ribu dengan syukur yang luar biasa, ataukah aku yang menerima jumlah lebih banyak dari itu namun sedikitpun aku tak berucap hamdalah.

Budiman mengakhiri kalimatnya dengan suara yang terbata-bata dan beberapa bulir air mata yang menetes. Istrinya pun menjadi lemas setelah menyadari betapa selama ini kurang bersyukur sebagai hamba. Ya Allah, ampunilah kami para hamba-Mu yang kerap lalai atas segala nikmat-Mu


Kebenaran Hadits Nabi Tentang Tulang Ekor Terungkap

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. yang mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, “seluruh anggota tubuh manusia akan musnah dimakan tanah, kecuali tulang ekor. Dari tulang ekor itulah manusia akan dibentuk dan diciptakan kembali,” (HR Al-Bukhari, An-Nasa’I, Abu Dawud, Ibn Majah, Ahmad, dan Malik).

Diriwayatkan pula dari Abu Hurairah r.a. yang mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, “dalam tubuh manusia terdapat sebuah tulang yang tidak akan dimakan tanah selama-lamanya. Dari tulang itulah manusia akan dibentuk kembali pada hari kiamat kelak. Para sahabat bertanya, ‘tulang apakah itu wahai Rasulullah?’ ‘itulah tulang ekor’ jawab Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam . (HR Al-Bukhari, An-Nasa’i, Abu Dawud, Ibn Majah, Ahmad, dan Malik).

Dari hadits tersebut dapat disimpulkan beberapa fakta berikut:

Pertama, dapat dibuktikan secara ilmiyah, tulang ekor merupakan unsur terpenting proses pembentukan janin pada fase pertama.

Kedua, bahwa tulang ekor tidak akan hancur.

Ketiga, dari tulang ekorlah manusia akan dihidupkan dan akan dibentuk kembali pada hari kiamat kelak, cukup kiranya dengan menganggap hal tersebut sebagai perkara ghaib yang tidak dapat ditelusuri lebih jauh.

Hal-hal tersebut menunjukkan bukti dari beberapa permasalahan berikut:

1. Bukti bahwa kebangkitan merupakan sesuatu yang akan benar-benar terjadi dan penjelasan mengenai hal ini disebutkan dalam firman Allah Subhanahu wata a’la;

“Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) ssesungguhnya kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar kami jelaskan kepada kamu dan kami tetapkan dalam rahim, apa yang kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan diantara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) diantara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu liat bumi ini kering, kemudian apabila telah kami turunkan air diatasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah,” (QS Al-Hajj [22]: 5).

 2. Bukti dari kenabian Raasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam karena kebenaran perkataan beliau.

3. Bukti bagusnya metode yang digunakan oleh para pendahulu umat ini dalam meriwayatkan hadits-hadits Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, hingga hadits-hadits beliau sampai kepada kita sesuai dengan apa yang diucapkan olehnya

Ilmuan muslim pada paruh kedua abad ke-20 telah mendasarkan pemahaman mereka mengenai kemukjizatan hadits tentang tulang ekor ini pada dua kaedah pengetahuan yang paling dasar berikut:

1. Tulang ekor merupakan bagian pertama yang tumbuh dari janin, biasa disebut dengan primitive streak, yaitu bagian utama yang terbentuk pada minggu ketiga.

Dari primitive streak itulah sel-sel berkembang dari tingkatan ectoderm mejadi bentuk mesoderm. Setelah itu primitive streak mengalami penyusutan dan tidak ada yang tersisa darinya kecuali bagian kecil, sebagaimana yang terdapat pada bagian ujung tulang belakang manusia.

2. Kemampuan tulang ekor dalam menyusun berbagai macam struktur anatomi tubuh dapat dibuktikan ketika tumor muncul dibagian tersebut pada bayi yang baru dilahirkan teratoma. Tumor tersebut terdiri dari berbagai macam anggota tubuh, seperti rambut, gigi, dan kelenjar.

Dari beberapa hal di atas, ada beberapa hipotesis yang bisa dicatat; (1) apakah tulang ekor akan hancur; (2) apakah tulang ekor akan tetap utuh setelah melalui proses kimiawi yang berbeda dengan tulang-tulang lainnya; (3) apakah ada perbedaan dalam susunan antara tingkatan yang membedakan tulang ini dari tulang-tulang lainnya (biochermistry-molecular).

Salah satu kesulitan penelitian ini adalah terkait dengan etika kedokteran, karena penelitian seputar hal ini tidak mendapat legitimasi dari kedokteran. Akan tetapi, jika telah ditetapkan berdasarka agama bahwa kebangkitan yang telah disebutkan dipraktekan kepada binatang, sebagaimana yang dipraktekan terhadap manusia, maka penelitian ini dapat dilakukan terhadap binatang percobaan.

 Namun para peneliti bidang ini harus berhati-hati terhadap hipotesa yang menyatakan bahwa tulang ekor akan tetap utuh secara sempurna tanpa tersentuh kehancuran sedikitpun. Hipotesis ini bisa sesuai dan bisa tidak dengan hadits Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Bias jadi ada bagian dari tulang ekor yang belum diketahui secara pasti ukurannya yang tidak akan hancur.

Karena hadits menggunakan bahasa arab yang terdapat hubungan antara yang kulli dengan juz’i antara am dan khas diantara kalimat-kalimatnya. Ini sebagaimana firman Allah Subhanahu wata a’la berikut:

“Yang menghancurkan segala sesuatu dengan perintah Tuhannya. Lalu, jadilah mereka tidak ada yang kelihatan lagi kecuali (bekas-bekas) tempat tinggal mereka. Demikianlah kami memberi balasan kepada kaum yang berdosa,” (QS Al-Ahqaf [46]: 25).

Maksudnya, Allah akan memerintahkan memusnahkan segala sesuatu. Jika tidak, maka bumi, langit, dan bintang tidak akan dihancurkan.

Dalam semua kasus, keberadaan bukti untuk memedakan sel-sel yang berada disekitar tulang ekor dengan sel-sel lainnya, merupakan kesimpulan positif yang langsung bisa didapat dalam permasalahan ini.

Salah satu kabar gembira itu adalah apa yang dihasilkan oleh tim peneliti dari Universitas Michigan Amerika Serikat. Tim itu terdiri dua peneliti Muslim dan non-Muslim, Ramzi Muhammad dan Ben Chen. Hasil penelitian tim itu disajikan pada Konferensi

Kemukjizatan Ilmiah dalam Al-Quran dan Sunnah ke-8 di Kuwait. Judulnya: “Miraculous Deskription about The Creation of Human Bodies (and not Soul) from Tail Bone in The Day of Resurection”. Mereka telah berhasil memberikan kesimpulan awal yang menyatakan bahwa sel-sel pada tulang ekor memiliki karakteristik yang membedakannya dengan sel-sel yang berada di bagian tubuh yang lain. 

 (Sumber : Ensiklopedia Mukjizat Alqur’an dan Hadits)

Keajaiban Hadits Lalat dan Penelitian Joan Clark

 Sewaktu muda, Syaikh Abdel Daem Al Kaheel pernah tak mampu menjawab pertanyaan orang ateis yang menghina salah satu hadits Nabi. “Bagaimana mungkin Nabi kalian menyuruh menenggelamkan lalat yang hinggap di minuman sembari menjelaskan di salah satu sayapnya ada obat. Lalu kalian mau meminum minuman seperti itu?” tanyanya nyinyir.

Al Kaheel paham bahwa yang dimaksud orang atheis tersebut adalah sabda Rasulullah:


  

إِذَا وَقَعَ الذُّبَابُ فِى شَرَابِ أَحَدِكُمْ فَلْيَغْمِسْهُ ، ثُمَّ لِيَنْزِعْهُ ، فَإِنَّ فِى إِحْدَى جَنَاحَيْهِ دَاءً وَالأُخْرَى شِفَاءً

“Jika ada seekor lalat yang terjatuh pada minuman kalian maka tenggelamkan, kemudian angkatlah (lalat itu dari minuman tersebut), karena pada satu sayapnya ada penyakit dan pada sayap lainnya terdapat obat”(HR. Al Bukhari)

Tentu sebagai mukmin ia yakin dengan kebenaran hadits ini. Tetapi, bagaimana menjelaskan kepada orang atheis yang tidak mempercayai apapun kecuali materi?

 Beberapa tahun kemudian, ketika menulis buku Asrar As Sunnah An Nabawiyah (Rahasia Sunnah Nabi), Syaikh Abdel Daem Al Kaheel menjelaskan kebenaran hadits ini dalam satu bab tersendiri dengan didukung oleh sejumlah penelitian, terutama penelitian Joan Clark.

Dokter dari Australia itu melakukan penelitian tentang lalat dan menemukan bahwa permukaan luar tubuh lalat mengandung antibiotik yang dapat mengobati banyak penyakit. Penelitian ini juga menjelaskan bahwa obat pada sayap itulah yang membuat lalat tidak terkena penyakit yang dibawanya sendiri.

Hasil penelitian Joan Clark ini cukup mengejutkan sekaligus memancing banyak ilmuwan lain untuk melakukan penelitian berikutnya. Hasilnya menunjukkan fakta lebih rinci bahwa cara terbaik mengeluarkan zat antibiotik pada lalat adalah dengan cara mencelupkannya ke dalam air. sebab, zat antibiotik tersebut terutama terdapat pada permukaan luar tubuh dan sayapnya.

Setelah penelitian tersebut, seorang dokter dari Rusia kemudian mengembangkan pengobatan baru dengan lalat. Sedangkan Profesor Juan Alvarez Bravo dari Universitas Tokyo mengisyaratkan pengembangan pemanfaatan ekstrak lalat untuk pengobatan. 

Dalam Fatawa Mu’ashirah, Syaikh Dr Yusur Qardhawi ketika menerangkan hadits lalat ini juga menguatkannya dengan hasil penelitian yang menunjukkan kebenaran sabda Rasulullah bahwa dalam sayap lalat terdapat obat untuk menetralisir penyakit yang terdapat pada sayapnya yang lain.

Masya Allah… fakta-fakta ilmiah ini baru terungkap mulai abad ke-20. Sedangkan Rasulullah telah mensabdakannya 13 abad sebelumnya. Lalu siapa yang mengajari Rasulullah kalau bukan Allah Subhanahu wa Ta’ala? Hal ini juga menjadi salah satu bukti kebenaran Islam yang seharusnya membuat iman dan rasa syukur kita kian meningkat. Wallahu a’lam bish shawab. 

Penutup Pengajian MTGA, Sabtu 12 Agustus 2017

12-08-2017

salam kufi-01

Hari Sabtu, Tanggal 12 Agustus 2017, Pengajian Baca Al Qur’an dengan baik & benar serta Kajian Tafsir Majelis Talim Griya Al Qur’an diadakan di Rumah Pintar pukul 20.00 WIB.

Pengajian Dibawah bimbingan Ustadz. H.Tohirin,Lc,M.Ag. Berikut dokumentasi & rekaman pengajian yang kami rekam untuk memudahkan jamaah mengulang materi tersebut.

Jazakumullah Khairan Katsiran Wa Jazakumullah Ahsanal Jaza

semoga Allah meridhoi kita semua..Aamiin yaa rabbal allamiin.

Penutup Pengajian MTGA, Sabtu 29 Juli 2017

tafsir 29-07-2017

salam kufi-01

Hari Sabtu, Tanggal 29 Juli 2017, Pengajian Baca Al Qur’an dengan baik & benar serta Kajian Tafsir Majelis Talim Griya Al Qur’an diadakan di Rumah Pintar pukul 20.00 WIB.

Pengajian Dibawah bimbingan Ustadz. H.Tohirin,Lc,M.Ag. Berikut dokumentasi & rekaman pengajian yang kami rekam untuk memudahkan jamaah mengulang materi tersebut.


Jazakumullah Khairan Katsiran Wa Jazakumullah Ahsanal Jaza

semoga Allah meridhoi kita semua..Aamiin yaa rabbal allamiin.

Baca & Amalkanlah Al Qur'an